Skip to main content

Selection

Adakalanya program yang kita buat harus melakukan pekerjaan yang berbeda jika menerima input yang berbeda dari user. Adakalanya juga kita harus menghentikan eksekusi program jika nilai yang tidak valid diberikan oleh user. Misalnya ada batas tinggi badan minimal untuk menaiki wahana roller coaster. Jika tinggi badan kurang dari x sentimeter, maka tidak boleh naik. Sebaliknya jika lebih atau sama dengan x, maka boleh naik. Berikut adalah contoh pemakaian statement pemilihan di bahasa Java dan Python.





Kedua program di atas melakukan hal yang sama. Pertama-tama, kita meminta nilai tinggi badan dari user. Setelah mendapatkan nilai tinggi badan, kita lalu mengecek nilai tersebut. Jika kurang dari 140, maka program akan menghasilkan "Maaf, anda tidak bisa menaiki wahana roller coaster". Sebaliknya, jika tinggi badan lebih dari atau sama dengan 140, maka blok kode else lah yang akan di eksekusi, yang menghasilkan "Selamat menikmati wahana roller coaster!"

Perlu diperhatikan di sini bahwa di Python, blok eksekusi kode ditandai dengan tanda tab atau spasi minimal 2, sementara di Java dibatasi dengan tanda kurawal buka dan tutup ({}).

Bagaimana jika kita ingin menambahkan syarat menaiki roller coaster yaitu umur minimal 15 tahun. Maka dapat kita tambahkan seperti ini.





Di sini, kita memakai operator AND karena kedua syarat untuk menaiki wahana roller coaster harus dipenuhi. Beda halnya jika kasusnya misalnya syarat menaiki gerbong krl khusus wanita.





Di sini contoh kasusnya mensyaratkan bahwa gerbong khusus wanita hanya bisa dinaiki oleh wanita atau anak laki-laki yang berusia dibawah 10 tahun. Selain mereka, tidak boleh ada yang menaiki gerbong tersebut.

Ada lagi contoh kasus penentuan nilai huruf berdasarkan nilai angka. Nilai A untuk nilai antara 90 - 100, nilai B antara 80 - 89, nilai C antara 70 - 79, dan nilai D antara 0 - 69. Berikut contoh kodenya.





Contoh di atas salah satu contoh penggunaan statement seleksi lebih dari 2 kondisi. Itulah beberapa contoh sederhana penggunaan statement if di bahasa Java dan Python. Semoga sampai di sini bisa dimengerti. Sekian.

Comments

Popular posts from this blog

Process Explorer

Process Explorer merupakan suatu program yang digunakan untuk melakukan manajemen proses yang berjalan pada sistem operasi Windows. Program ini dibuat oleh Mark Russinovich dan saat ini dimaintain oleh Sysinternals (produk dari Microsoft). Sebenarnya pada sistem operasi Windows sudah ada program manajemen proses yang sudah kita semua tahu yaitu Task Manager. Meskipun begitu, Process Explorer menyediakan fitur-fitur yang jauh lebih lengkap lagi dari pada Task Manager bawaan Windows. Program ini bisa didownload melalui link ini . Ukurannya hanya sebesar 2.5 MB. Untuk instalasi tidak perlu repot-repot karena program ini bersifat portable alias tidak perlu proses instalasi. Cukup ekstrak zip yang sudah didownload dari link di atas ke dalam folder di komputer anda. Lokasi folder bisa bebas di mana saja. Setelah diekstrak maka kita akan mendapati beberapa file berikut. Sebelum menjalankan Process Explorer, anda perlu tahu jenis bit dari sistem operasi Windows yang anda saat ini gunakan. Jika...

Mengatasi Deadlock

Deadlock merupakan kodisi di mana beberapa proses meminta resource yang sedang digunakan oleh proses lain sedangkan proses yang sedang menggunakan resource yang diminta tersebut juga sedang menunggu proses lain yang sedang menggunakan resource yang juga diperlukan oleh proses itu. Setiap resource yang diminta hanya bisa diakses oleh satu proses dalam satu waktu. Misalnya program A ingin menggunakan resource 1 yang sedang digunakan oleh program B namun program B juga ingin menggunakan resource 2 yang sedang dipegang oleh program A. Program A dan B sama-sama menunggu untuk menggunakan resource yang diperlukan sehingga terjadi deadlock karena tidak ada yang bisa melakukan tugasnya. Berikut ini merupakan beberapa solusi yang digunakan untuk mengatasi deadlock yang terjadi pada suatu sistem. Ostrich Algorithm Disebut ostrich (burung unta) karena sebenarnya algoritma ini hanya mengabaikan kondisi deadlock yang terjadi. Burung unta jika ada badai maka akan memasukkan kepalanya ke dalam pasir/...

File Recovery (dengan Recuva Free)

Kita pasti pernah mengalami kejadian di mana kita tidak sengaja menghapus file-file penting di komputer kita. Ketika kita menghapus file, biasanya file tersebut masih tersedia di dalam Recycle Bin (Windows) atau Trash Bin (macOS). Namun, tak jarang kita menghapus file tersebut secara permanen tanpa melalui Recycle Bin terlebih dahulu atau misalnya drive yang kita pakai terformat data-datanya. Supaya bisa mengembalikan file-file yang sudah terhapus secara permanen tersebut, kita bisa menggunakan software khusus untuk mengembalikan data yang terhapus. Salah satu software tersebut yang akan dibahas pada postingan ini yaitu Recuva versi gratis. Logo Recuva (Sumber: Wikipedia) The Basics Ketika kita membuat file, selain isi dari file tersebut yang ditulis ke disk drive (harddisk atau SSD), hal lain yang ditulis ke disk adalah informasi mengenai file tersebut mulai dari lokasi, ukuran, jenis file, tag, dan sebagainya. Ketika kita menghapus file secara permanen (tanpa melalui Recycle Bin), ma...